Sabtu, 09 Maret 2013

cetak saring seni grafis pengertian contoh sejarah

Deskripsi 
Cetak saring atau sablon atau screen printing adalah  merupakan bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang
biasa disebut screen (Guntur Nusantara, 2007: iii). Pada umumnya cetak mencetak dilakukan pada setiap benda padat yang datar tetapi dapat juga dilakukan di atas bentuk yang melingkar. Pada prinsipnya cetak
mencetak pada berbagai macam benda padat adalah sama. Perbedaannya terletak pada jenis cat / tinta yang digunakan dan jenis produk yang akan dicetak.

Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lamadikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak tahun 1664, abad ke-17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukeo Mirosemengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motifyang sebelumnya dibuat motif kimono dengan tulis tangan. Ternyata
lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai b anyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutera halus. Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon.

Menyablon dengan chiffon caranya tinta yang akan dicetak dialirkan melalui kain gasa atau kain saring, sehingga teknik ini juga disebut silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutera. Setelah Perang Dunia II, teknik cetak saring terus berkembang pesat, inovasi-inovasi terus dilakukan sehingga munculah teknik-teknik baru, yang semula membuat motif secara sederhana kemudian berkembang dengan digunakannya komputer untuk membuat motif yang lebih
bervariasi.

Istilah cetak saring di Indonesia lebih populer dengan sebutancetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon,sehingga dalam bahasa serapan menjadi sablon (Guntur Nusantara,2007: 2). Sablon dapat didefinisikan sebagai pola berdesain yang dapat dilukis berdasarkan contoh. Cetak sablon adalah mencetak dengan menggunakan model cetakan atau mal. Cetak saring adalah mencetak dengan menggunakan kain gasa yang dibingkai disebut screen.

Proses Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual sepertiyang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil. Teknik pembuatan desain motif dengan cara:

Tanpa kodatrace atau menggunakan kertas warna gelap yang diafdruk, dengan kodatrace dankomputer atau teknik sparasi warna (CMYK). Zat warna yang digunakan antara lain zat warna pigmen dan zat warna reaktif, walaupun hampirsemua jenis zat warna untuk tekstil bisa digunakan. Kain tekstil yang digunakan hampir semua jenis kain tekstil, dari serat sintetis atau serat alam yang mempunyai permukaan datar bisa disablon dengan menggunakan screen.

animasi dengan cetak saring
batik dengan gaya khas
baju kaos
dan masih banyak lagi yang masih bisa di buat dengan ini
lihat juga alat dan bahan pembuatanya 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...