Cari Yang lain disini gan!! Ilmu pengethuan apa saja yang kamu inginkan ada di sini

Memuat...

perbedaan antara metabolisme karbohidrat lemak dan protein

SpaceFill representation of Adenosine triphosp...
(Photo credit: Wikipedia)
dari keterangan kedua antara metabolisme karbohidrat lemak dan protein dibawah ini anda di harapkan mampu menyimpulkan perbedaan keduanya dengan jelas , berikut ini gambaran deskripsi antara keduanya ;
Metabolisme Karbohidrat
  • Karbohidrat merupakan sember energi utama dalam sel
  • Metabolisme karbohidrat merupakan pusat dari semua proses metabolisme
  • glukosa dimetabolisme mellui tahap oksidatif yang berlangsung secara aerobik (dalam mitokondrio) maupun anaerobik (dalam sitosol) yang menghasilkan pembentukan ATP (adenosin trifosfat)
METABOLISME  PROTEIN  TUBUH
·   ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
·   Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
·   Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa
·   Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut,  kuku); dan aktin-miosin
gambar protein yang banyak terkandung pada susu .

Metabolisme Karbohidrat
Glikolisis
    Baik dalam keadaan anaerob maupun aerob, glukosa diubah menjadi privat melalaui serangkaian reaki glikolisis. Dalam keadaan anaerob piuvat dikonversi menjadi asam lakta atau alkohol sedangkan dalam keadaan aerob piravat dikonversi menjadi asetil KoA yang kemudian masuk dalam jalur asam trikarboksilat. Sedangkan serangkaian reaksi yang terjadi berurutan dalam jalur EMP untuk mengkonversi glukosa menjadi asam privat yang secara garis besar dapat dikelompokkan dalam dua tahap, yaitu tahap perubahan glukosa menjadi triosa fosfat (yang memerlukan energi kemia) dan tahap perubahan triofo fosfat menjadi asam privat sambil melepaskan energi kimia ke lingkungannya.

Anabolisme karbohidrat
   Karbohidrat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida bekaitan dengan monosakarida membentuk disakarida. Disakarida dengan disakarida membentuk polisakarida.

B. LEMAK
Metabolisme lemak
     Lemak diserap dalam bentuk gliserol dan asam lemak. Asam lemak hasil pencernaan mula-mula bereaksi dengan garam-garam karbonat membentuk senyawa sabun yang dapat diserap oleh jonjot usus. Senyawa sabun terurai kembali menjadi asam lemak dan garam karbonat. Asam lemak bersenyawa kembali dengan gliserol membentuk lemak selanjutnya diangkut oleh pembuluh getah bening usus (pembuluh kil) menuju ke pembuluh getah bening kiri dada ke pembuluh balik bawah selangka (vena subclavia) kiri, kemudian lemak disimpan di jaringan adiposa (jaringan lemak). Jika dibutuhkan, lemak diangkut ke hati dalam bentuk senyawa lesitin. Di hati lemak di hidrolisis oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol.

Anabolisme lemak
Anabolisme lemak/lipogenesis terjadi dalam sitoplasma yang memiliki enzim kompleks (asam lemak sintetase). Asam lemak palmitat merupakan senyawa untuk anabolisme asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Gliserol ditambah 3 molekul asam lemak dengan bantuan enzim lipase akan membentuk lemak. Gliserol terbentuk dari dihidroksiaseton fosfat yang merupakan senyawa dengan 3 atom C. Zat tersebut akan mengalami reduksi α-glisero fosfat yang dibantu oleh enzim dehidrogenase α-glisero fosfat dan NADH2. Kemudian α-glisero fosfat mengalami hidrolisis dan terbentuklah gliserol dengan bantuan enzim fosfatase (gliserol 3-fosfat). Pembentukan triasilgliserol dapat dilakukan melalui jalur lain, yaitu antara dihidroksiaseton fosfat dengan koA asil asam lemak kemudian hidrolisis asam fosfatidat dengan katalis fosfatida fosfatase menghasilkan diasilgliserol. Tahap akhir sintesis trigliserida adalah reaksi diasilgliserol dengan molekul ketiga dari koenzim A asil asam lemak yang menghasilkan triasil gliserol /trigliserida oleh diasil gliserol asil transferase.

C. PROTEIN
Metabolisme protein
Protein diserap dalam bentuk asam amino yang merupakan hasil pembongkaran protein. Penyarapan asam amino terjadi di usus halus secara osmosis dan ada pula protein yang masuk dalam usus melalui pinositosis/fagositosis. Kelebihan protein akan dirombak dalam sel hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N, seperti NH3, NH4OH dan yang tidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea, sedangkan yang tidak mengandung unsur N akan mengalami sintesis ulang menjadi karbohidrat dan lemak.
Proses pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang menghasilkan enzin arginase. Urea yang dibentuk diangkut menuju ginjal, selanjutnya dikeluarkan tubuh dalam bentuk urin.

hubungan ketiganya :
Perhatikan Gambar diatas ! Pada bagan terlihat karbohidrat, protein, dan lemak bertemu pada jalur siklus Krebs dengan masukan asetil koenzim A. Tahukah Anda bahwa Asetil Ko-A sebagai bahan baku dalam siklus Krebs untuk menghasilkan energi yang berasal dari katabolisme karbohidrat, protein, maupun lemak. Titik temu dari berbagai jalur metabolisme ini berguna untuk saling menggantikan “bahan bakar” di dalam sel, Hasil katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak juga bermanfaat untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain yaitu dapat membentuk ATP, hormon, komponen hemoglobin ataupun komponen sel lainnya.

Dari penjelasan itu dapat disimpulkan jika kita makan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak akan lebih memberikan rasa kenyang jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Karena rasa kenyang tersebut disebabkan oleh kemampuan metabolisme lemak untuk menghasilkan energi yang lebih besar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...